Pantangan Demam Kelenjar yang Harus Anda Tahu

Apa pengertian dan pantangan demam kelenjar? Demam kelenjar adalah jenis infeksi virus yang biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus menyebar melalui air liur dan itulah sebabnya kadang-kadang disebut “penyakit berciuman”. Infeksi ini juga dikenal sebagai mononukleosis menular, atau “mono”.

Anda juga bisa mendapatkan mono melalui transfusi dengan produk darah yang terinfeksi. Mono mempengaruhi sekitar 45 dari 100.000 orang. Demam kelenjar bukan termasuk dalam penyakit serius, tapi bisa menyebabkan kelelahan dan kelemahan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Demam kelenjar lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Namun, bisa pada usia berapa pun.

Pantangan Demam Kelenjar

Saat mengalami demam kelenjar, biasanya Anda akan mengalami demam tinggi, tenggorokan sangat sakit, pembengkakan kelenjar di leher, kelelahan ekstrim, sakit kepala, dan ruam. Virus demam kelenjar biasanya bertahan sekitar empat hingga enam minggu, walaupun pada anak kecil mungkin lebih pendek.

Radang tenggorokan parah bisa berlangsung sekitar 6-10 hari. Tenggorokan biasanya terlihat sangat merah, dengan bintik-bintik putih atau nanah di amandel. Gejala sakit tenggorokan dan demam biasanya berkurang dalam beberapa minggu.

liputan6.com

Namun istirahat yang kurang atau kelelahan bisa membuat pembesaran kelenjar getah bening dan radang limpa dapat berlangsung beberapa bulan. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda hindari jika sedang mengalami demam kelenjar.

  1. Hindari Aktivitas Fisik

Karena demam kelenjar dapat mempengaruhi seluruh sistem getah bening, termasuk limpa (terletak di bawah tulang rusuk kiri bawah Anda), jangan segera melanjutkan olahraga berat (sepak bola, angkat beban, lari, dll) dan aktivitas fisik lainnya.

Untuk membantu Anda menghindari resiko pecahnya limpa Anda, dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda menunggu sekitar satu bulan sebelum kembali ke aktivitas normal, termasuk olahraga. Pecahnya limpa menyebabkan pendarahan hebat dan merupakan keadaan darurat medis.

Jadi, tanyakan kepada dokter Anda kapan waktu yang aman bagi Anda untuk melanjutkan aktivitas normal. Dokter mungkin akan merekomendasikan program latihan bertahap untuk membantu Anda membangun kembali kekuatan Anda sambil menunggu Anda pulih.

  1. Hindari Makanan Olahan

Selain aktivitas fisik, pantangan demam kelenjar yang juga penting adalah dalam hal pemilihan makanan. Makan lebih banyak makanan kaya antioksidan, seperti sayuran hijau berdaun, dan buah-buahan (seperti blueberry, tomat, dan ceri). Dan hindari makanan olahan, seperti roti putih dan makanan dengan pemanis buatan.

  1. Hindari Daging

Makan lebih sedikit daging merah dan lebih banyak daging tanpa lemak, seperti ikan air dingin (salmon), tahu atau kacang-kacangan untuk protein.

  1. Hindari Minyak

Jangan gunakan minyak goreng saat memasak. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa.

  1. Hindari Makanan Berlemak

Kurangi atau hilangkan asam lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang dipanggang seperti kue, kerupuk, kentang goreng, bawang bombay, donat, dan margarin.

  1. Hindari Bertukar Air Liur

Virus Epstein-Barr dapat tetap ada dalam air liur selama berbulan-bulan setelah infeksi. Tidak ada vaksin untuk mencegah mononucleosis. Jika Anda terinfeksi, Anda dapat membantu mencegah virus menyebar ke orang lain dengan menghindari berciuman, bertukar makanan, sikat gigi, piring, gelas, sendok, dan peralatan makan lainnya.

  1. Pantangan Lain

Hindari minuman beralkohol dan obat-obatan yang tidak diresepkan oleh dokter Anda setidaknya selama enam minggu. Hindari kafein, dan ganti dengan teh hijau non-kafein yang memiliki antioksidan bermanfaat dan efek anti-inflamasi.

Hindari stress dan rokok. Serta perbanyak istirahat (setidaknya tidur 8 jam per malam), berkumur dengan air garam hangat, dan banyak minum air putih atau jus buah tanpa gula. Pantangan demam kelenjar lain termasuk menutup hidup dan mulut saat batuk dan bersin, dan cuci tangan Anda secara menyeluruh dan sering.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *