Kembali Gagal Lolos ke Liga Champions

Masing-masing kesebelasan yang berlaga di Premier League telah melakoni 31 laga, yang berarti cuma tinggal tujuh laga tersisa untuk mengakhiri musim ini. Namun tersedia lebih dari satu kesebelasan yang baru memainkan 30 laga sebab laga sempat tertunda layaknya Chelsea, Arsenal, Manchester United, Manchester City, dan lebih dari satu kesebelasan lainnya. Melihat performa akhir-akhir ini, Chelsea layak diperbincangkan sebab performanya yang begitu tidak cukup menggigit. Terlebih lagi jika bicara persaingan di empat besar liga atau harapan lolos ke Liga Champions UEFA.

The Blues tampaknya berpeluang lagi gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Pasalnya, Chelsea kini sedang diterpa badai pesakitan. Chelsea cuma bisa berada di peringkat keenam klasemen bersama dengan raihan 57 poin, tertinggal satu poin dari Man United di peringkat kelima, tertinggal tiga poin dari Arsenal di peringkat keempat, dan berjarak empat poin dari Tottenham Hotspur di peringkat ketiga.

Margin poin sebenarnya cukup kecil dan Chelsea bisa finis di empat besar pada akhir musim. Namun jika Chelsea masih “begini-begini” saja, hasil akhir musim bakal enteng ditebak, dikutip agen bola deposit 50rb.

Di 10 laga terakhirnya di liga, Chelsea raih empat kemenangan, empat kekalahan, dan dua kali imbang. Tiga kemenangan diraih di Stamford Bridge dan satu kemenangan diraih kala bertandang ke Craven Cottage, markas Fulham. Hasil empat kekalahan didapatkan kala bertandang ke markas Arsenal, Bournemouth, Man City, dan paling akhir di Goodison Park, kala Chelsea dipermalukan Everton dua gol tanpa balas yang dicetak oleh Richarlison dan Gylfi Sigurdsson.

Penampilan tidak baik ini ditambah bersama dengan hukuman larangan transfer oleh FIFA di musim panas 2019 dan musim dingin 2020. Chelsea juga beroleh hukuman denda lebih dari 460 ribu paun atau lebih kurang 8,4 miliar rupiah oleh FIFA dan 390 ribu paun atau lebih kurang 7,1 miliar rupiah dari FA sebab terbukti bersalah atas transfer pemain di bawah usia 18 tahun.

Dengan hukuman ini, Chelsea kudu bertahan bersama dengan skuat yang tersedia untuk mengarungi musim depan. Itu bakal cukup berat jika memandang bursa transfer yang cukup menggila di Premier League setiap awal musimnya, yang tentunya musim transfer bakal terlalu dimanfaatkan oleh kesebelasan-kesebelasan rival untuk mendatangkan pemain-pemain baru. Hanya Christian Pulisic yang dipastikan bakal berhimpun di awal musim sesudah dibeli dari Borussia Dortmund sedang musim lalu.

Di bawah manajer Maurizio Sarri kala ini, trick permainan seakan telah bisa terbaca oleh kesebelasan-kesebelasan lain. Taktik “Sarriball” tidak berlangsung sesuai yang diharapkan. Kelemahannya di antaranya adalah formasi yang tidak berubah mirip sekali: 4-3-3 selalu jadi keyakinan Sarri untuk model sepakbolanya. Sarri jarang merotasi pemain dan pergantian pemain cuma itu-itu saja. Sarri juga tidak mempunyai Plan B ketika keadaan pada titik buntu. Dia cuma punya Tim B untuk laga di Europa League.

Finishing juga tidak cukup bagus. Sebelumnya Olivier Giroud dan Álvaro Morata masih tidak cukup tajam. Morata apalagi menentukan hijrah ke Atlético Madrid sejak kedatangan Gonzalo Higuaín. Awalnya Higuaín dikehendaki jadi pemecah kebuntuan. Namun penyerang 31 tahun itu cuma bisa menyumbangkan tiga gol di liga, itu pun kala melawan Fulham dan Huddersfield Town.

Permainan Chelsea seakan cuma tergantung pada Eden Hazard (Hazard-sentris). Jika Hazard on fire, Chelsea menang. Jika Hazard bisa dijinakkan, maka Chelsea, ya, begitu-gitu saja. Jorginho pun yang diandalkan Sarri dalam strateginya masih belum efisien dan condong mendapat banyak kritikan fans.

Para penggemar Chelsea kelanjutannya mulai gerah bersama dengan keadaan Chelsea kala ini. Sikap keras kepala Sarri yang tidak rela merubah model permainannya jadi alasan utama. “Sarriball” sekarang enteng ditebak lawan bersama dengan langkah mematikan peran Jorginho sebagai pusat permainan Chelsea.

Saat laga kandang melawan Wolverhampton Wanderers, banyak penggemar yang meninggalkan stadion sebelum akan pertandingan usai lantaran The Blues tertinggal gol terutama dulu, meski kelanjutannya Chelsea bisa menyamakan kedudukan 1-1. Fans Chelsea pun berencana melaksanakan boikot besar-besaran pada laga sepanjang April di Stamford Bridge kala menjamu Brighton plus Hove Albion, West Ham United, dan Burnley. Fans Chelsea meminta manajemen memberhentikan Sarri dari posisi manajer.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *